Diriku teringat ucapan seorang teman yang dapat menerawang jauh ke depan.
"Hidupmu bukanlah di Bandung, kamu harus pindah kota untuk maju"
Hal ini sudah terjadi, walaupun tidak secara langsung kemauan diriku.
5 bulan yang lalu masa kontrak kerjaku habis. Namun berdasarkan test sebelum masa kontrak berakhir, diriku masuk dalam jajaran karyawan yang diterima untuk masa kontrak baru.
Namun yang ada, manager diriku di Bandung nampak sudah tidak suka dengan adanya diriku di Bandung. Dia memberikan pilihan
"Kamu pindah ke cabang lain, atau kamu putus kontrak sambil menuggu posisi di Bandung kosong"
Ini yang membuatku kecewa. Managemen Bandung hanya berpatokan pada hasil penjualan real yang ada di di atas kertas. Memang penjualan diriku tidaklah terlalu bagus, Tapi hei, diriku bukan seorang sales, diriku designer dengan titel Sarjana Teknik.
Mereka tidak perduli dengan apa yang telah diriku hasilkan diluar penjualan.
Tapi ya aku terima tawaran untuk keluar kota, lagipula diriku sudah muak dengan cara kerja di kantor Bandung, mencuri jualan orang adalah benar, yang penting penjualan bagus.
(Terjadi juga pada diriku, 370 juta diambil oleh rekan satu departemen)
4 bulan yang lalu diriku pindah ke Bekasi, Ok satu langkah dari ucapan temanku terjadi.
Namun tak hanya itu yang dia ucapkan
"Kamu akan temukan seseorang yang mempunyai minat yang serupa hampir dikatakan mirip dengan kamu"
Diriku tidak pernah percaya dengan sesorang yang punya minat dan hobi yang sama dengan diriku. Sedikit "weird" teman temanku bilang.
Namun yup itu terjadi. Minggu kemarin diriku bertemu dengan seseorang yang mempunyai kesamaan. Dirikupun sampai cukup ngeri mengetahui miripnya pandangan2 terhadap sesuatu hal. Mungkin diriku merasa berlebihan karena kita baru bertemu beberapa hari saja. Tetapi yah, sudah bisa sedikit dikatakan kita mempunyai kemiripan.
Yang pasti bukan kemiripan dalam bentuk tubuh. Karena kalau untuk urusan tubuh, kita sangat berbeda. hahahahah.
Ada satu lagi ucapan dari temanku.
Cuman kurasa belum saatnya kupaparkan disini. Aku rasa ucapan dia masih cukup jauh. Karena hidup siapa yang tahu.
No comments:
Post a Comment