
Beberapa hari yang lalu seperti biasa kerjaan gw kalau lagi ga ada kerjaan sampingan. duduk di depan PC, ngelirikin YM sapa sapa aja yang online diselingi dengan bercocok tanam.
Saat gw lagi termasyuk dalam keribetan bercocok tanam. sebuah notifikasi kecil muncul di bagian bawah layar monitor gw. Seseorang yang gw coba untuk gw lupakan dalam 1 bulanan terakhir ini.
Sesuai anjuran Seekor Beruang gw mencoba untuk tidak mengatakan "Hello". beberapa waktu gw mencoba konsen dengan pekerjaan gw yang lain. Namun apa daya desakan hati untuk melepas kangen engga bisa gw tahan.
so ini gw klik dua kali YM tersebut. dan mulailah gw mengetik
"Hai, apa kabar gimana kerjaannya?"
Gw tidak berharap dia membalas YM gw tapi ternayta dia membalas
"Ya ampun!!" Aku baik, kenapa kamu belom tidur yang?
Cukup membuat gw tertegun sejenak dengan panggilan dia ke gw. Satu sisi gw merasa senang di sisi lain gw menangis.
Setelah beberapa ratus kata dan kalimat gw pun menulis
"Satu permohonan aku yang terakhir untuk kamu"
"Jika suatu saat kita bertemu aku mohon jangan palingkan mukamu, sapalah aku dengan senyummu dengan senang hati akupun akan tersenyum melihatmu"
Jawaban yang gw dapat diluar dari yang gw harapkan
"Tidak akan pernah aku lupa pada kamu, saat itu aku tidak akan memandang kamu tapi aku akan peluk kamu dan memohon maaf dikarenakan keegoisan aku, aku mengorbankan seseorang yang jelas jelas mencintai dan menyayangi aku"
"Kamu adalah satu satunya mantan yang paling baik dan sabar dari seluruh mantan - mantan aku"
Gw tidak bisa berpikir apa apa saat itu, gw tersenyum dalam hati.
"Kamu juga"
Tak disangka dia memberikan no telepon barunya dia...
Trims My Polar Bear.
Gw masih mencintai kamu tapi kamu adalah masa lalu gw. Engga mungkin gw mengikuti masa lalu. Gw harus maju. Tapi senyum ini selalu ada untuk kamu.
Tidak gw tidak bermaksud untuk menjadikan dia kekasih gw lagi. Saat ini gw sedang dekat dengan seorang yang well hingga saat ini baik dan sangat sayang sama gw. Maaf My Polar Bear. Gw mulai menyayangi dia,
Apakah pilihan gw saat ini benar?
No comments:
Post a Comment